);

Hari ini kurs valas di pasar keuangan ditentukan oleh keputusan ribuan trader serta investor. Psikologi perilaku orang adalah kunci bagi pemahaman situasi di pasar keuangan. Di dalam perdagangan bursa perilaku trader sangant sering dikena emosi seperti ketakutan, kerakusan, Harapan dll. Orang lemah dan terlalu percaya diri, rasuk dan lambat, semuanya akan menjadi korban pasar. Jika Anda tahu kelemahan, sifat positif maupun negative sendiri, maka hal itu akan membantu Anda menghindari kebangkrutan. Kalau menambah kemampuan menilai kondisi psikologis dari perilaku keramaian pasar secara benar, suskesnya pasti akan dicapai.

     Suatu dari daya gerak yang memekasa Anda bekerja di pasar keuangan spekulatif adalah kemampuan untuk mendapatkan “uang cepat” atau dengan kata lain kerasukan. Hasil kerasukan itu adalah motivasi pelaksanan transkansi.

Ada dua tipe motivasi:

     motivasi rasional – keputusan diambil berdasarkan pada analisa tanpa emosi serta efektif;

    motivasi kurang rasional – keputusan diambil akibat semangat trader, hampir setiap trader mempunyai motivasi itu. Akan tetapi kelompok trader pertama dapat mengontrol emosi mereka, sedangkan kelompok kedua adalah budak emosi mereka dan ada kemungkinan besar bahwa kelomok kedua akan kalah.

 

Pratanda bahwa seorang bekerja di bawah pengaruh kerasukannya, bukan otak adalah ketidaktersediaan rencana yang diciptakan sebelum pembukaan transaksi.

Faktor berikut yang memaksa trader melakukan transaksi adalah harapan untuk mendapatkan keuntungan. Jika harapan lebih kuat daripada perhitungan, trader dapat menilai kemampuan sendiri terlalu positif pada waktu penilaian situasi. Harapan harus di bawah perhitungan sama karasukan. Justru harapan yang terlalu besar mengakibatkan kebangkrutan trader pemula. Trader yang berdagang dengan harapan saja pasti akan gagal. Justru harapan memaksa trader melakukan suatu dari kesalahan terbesar, yaitu pengubahan tingkat order stop.

Dari luar proses perdagangan terilhat sangat mudah, tetapi sebenarnya untuk kebanyakan orang proses itu adalah proses tersulit di dalam hidup mereka.

 

Anda tidak bisa menjadi trader berhasil hingga Anda siap baik untuk keuntungan maupun untuk kerugian. Kedua hal itu adalah bagian penting dalam proses perdagangan.

Anda menemui banyak kesulitan selama jalan untuk menjadi trader berhasil. Ketika trader berfokus pada masalah (masalahnya bisa apa saja, misalkan kurang cukup modal, sumber atau pengetahuan) dia merasa kemarahan, rasa kesalahan dan ketidakpuasan. Akan tetapi kondisi emosional itu tidak memberi kans untuk beranjak ke depan bagi dia.

Jika trader tidak dapat menerima kerugiannya dai tidak bias menutup posisi ruginya pada waktu yang tetap. Biasanya kerugian trader kian besar jika dia tidak siap kena kerugian.

Jumlah pemenang di dalam trading sangat kecil, sedangkan kebanyakan orang kalah. Trader yang kalah mau mendapatkan rahasia trader berhasil. Adakah perbedaan di antara kedua kelompok trader itu? Iya, ada: orang yang setiap minggu, bulan atau tahun menerima keuntungan menepati disiplin. Atas pertanyaan tentang sskses di pasar keuangan setiap orang pemenang itu menjawab bahwa ketinggian seperti itu dia dapat mencapai baru setelah dia menguasai emosi dan mengubah keputusan dia sesuai dengan pasar.

Disiplin diri, kontrol di atas emosi dan kemampuan untuk mengubah keputusan yang telah diambil semuanya adalah hal psikologis yang tidak berhubungan dengan dinas informasi, perusahaan konsultasi, bursa baru, sistem perdagangan teknis atau fundamental (dengan program computer atau tanpa mereka).

 

Jangan mengilirukan kepercayaan dengan kepercayaan diri terlalu besar.

Wawancara dengan trader membenarkan bahwa kepercayaan terlalu besar memainkan peran penting di dalam keputusan peradgangan. Jika trader mendapatakan keuntungan besar dia lebih berkecenderungan resiko yang dapat mengakibatakan konsekuensi kuang bagus. Kecenderungan untuk menjadi terlalu percaya diri setelah sukses sering dapat dipantau di antara pelaku pasar yang kurang berpengalaman.

Kepercayaan diri terlalu besar dapat menjadi sifat berbahaya, akibat orang yang terlalu percaya diri tidak memberi perhatian pada informasi yang berharga bagi keputusan perdagangan mereka.

Kepercayaan diri dan emosi negatif mempunyai korelasi yang sangat tinggi. Kepercayaan diri dan ketakutan agak mirip dari segi karakter: tetapi satu mempunyai tanda “plus” sedangkan yang lain “minus”. Jika orang merasa bahwa kepercayaan diri semakin besar, maka tempat untuk kelalaian, ketakutan serta kekhawatiran makin kecil.

 

Bagaimana rasa kepercayaan diri berkembang?

 Rasa itu berkembang secara wajar, akibat orang terbiasa mengandalkan diri sendiri dalam semua hal yang perlu dilaksanakan. Dengan kepercayaan diri seperti itu orang tidak usah takut pasar lagi dengan pergerakannya yang kacau dantidak bias diprediksi. Akan tetapi bukan pasar yang diubah melainkan trader, kususnya dunia dalam dia. Pasarnya serta instrument.

Ada dua hal di jalan kepada trading efektif.

     Perdagangan dapat dilaksanakan berdasarkan disiplin diri

    Anda harus bisa melepas energi emosional negatif yang terdapat di dalam ingatan Anda dari pengalaman trading sebelumnya.

 

Berkat prinsip disiplin diri hal berikut yang akan berkembang adalah kepercayaan diri yang sangat diperlukan bagi transakasi pasar yang berhasil.

Kebanyakan trader mulai perjalanannya dari langkah awal, yakni tanpa pengarahan psikologis yang diperlukan serta tanpa prisnsip disiplin diri. Ada kemungkinan besar bahwa trader itu akan dikena trauma psikologis (kondisi psikologis yang dapat menimbulkan rasa ketakutan) dengan derajat tertentu. Anda harus belajar cara menghindarkan dari kekhawatiran. Jika berhasil ketakutan Anda pasti akan berkurang, seiring Anda mulai memperoleh pengetahuan tentang pasar baru.

Jangan lupa bahwa setiap momen adalah indikasi tingkat perkembangan Anda. Akan tetapi jika setiap kegagalan dianggap sebagai kesalahan, maka pengetahunan diri yang dibuka pada setiap momen sering diblokir. Akan tetapi orang mnghindari pengetahuan hal-hal baru di dalam diri sendiri. Kenapa? Karena sangat sering kasalahan adalah sakit jiwa bagi mereka. Ketika orang secara naluriah menghindari kesakitan, dia menghindari pengetahuan tentang diri sindiri juga, tetapi pengetahuannya sangat diperlukan untuk lain kali situasi dapat diatasi lebih baik.

 

Untuk menjadi trader berhasil Anda harus mengambil tunggu jawab atas semua keputusan serta tindakan Anda secara sepenuhnya.