);

Walaupun The Fed sudah dipastikan memotong suku bunga, Dolar AS berpeluang meningkat karena pasar sudah memperkirakan kebijakan longgar tersebut.

Setelah gonjang-ganjing AS-Iran di awal pekan, isu pasar saat ini mulai berfokus pada kebijakan suku bunga The Fed dan pernyataan Jerome Powell pada konferensi pers-nya. Rate Cut sudah hampir dipastikan terjadi, sehingga para trader akan lebih menyoroti nada pernyataan The Fed saat menyampaikan kebijakan moneter. Ini bisa menjadi katalis penting bagi Dolar AS dan emas.

Emas sempat reli ke kisaran 1,511 setelah insiden serangan pada kilang minyak Arab Saudi membebani sentimen risiko pasar. Akan tetapi, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Analis ACY memperkirakan bahwa Dolar AS bisa naik tipis di hari Kamis mendatang (19/September), karena pemotongan suku bunga The Fed sudah diperkirakan pasar. Dengan demikian, emas akan memperpanjang penurunannya.

 

Emas Semakin Jauh Dari 1,500

Harga emas telah menunjukkan indikasi pelemahan karena tak mampu bertahan di atas level 1,500. Dengan posisi harga yang kini bertahan di area 1,498, para perlaku pasar tampaknya tengah diliputi ketidakpastian jelang pertemuan FOMC; mereka belum memastikan posisi trading emas terbaik untuk menyambut event bulanan penting dari bank sentral AS tersebut.

ACY sendiri berpendapat jika seller USD akan menuai kekecewaan minggu ini, sementara buyer Gold akan dihadapkan pada berbagai ketidakpastian. Secara teknikal, harga emas diekspektasikan turun lebih jauh menuju 1,473/1,475.

Outlook AUD Pasca Notulen RBA

Rilisa notulen RBA menyoroti risiko-risiko di sekitar alotnya pertumbuhan upah pekerja Australia, yang mensinyalkan proyeksi downside pada perekonomian Negeri Kanguru tersebut. RBA kemungkinan akan bersiap memotong suku bunga acuan lagi dalam beberapa bulan ke depan. Dalam perspektif ACY, bank sentral Australia tersebut akan memangkas Rate sebesar 0.25% pada bulan Oktober untuk mengantisipasi dampak risiko terhadap ekonomi Australia.

Efek perang dagang yang masih dikhawatirkan RBA membuat AUD/USD kembali turun dari level 0.6850, sementara AUD/JPY relatif stabil di 74.15 pasca meningkatnya sentimen risk off di awal pekan. Hari Kamis esok, Australia akan merilis data ketenagakerjaan di sesi trading Asia, sehingga awasi volatilitas tinggi di pair-pair AUD pada periode ini.

Perkiraan Trading Pair Mayor

Dengan fokus pasar yang sebagian besar akan tertuju pada outlook USD dan sentimen terkait kebijakan suku bunga Fed, USD/JPY menjadi pair pilihan. Menurut ACY, USD/JPY akan mempertahankan pergerakan bullish-nya di atas 108, sekalipun kenaikannya nanti tidak terlalu signifikan. Target paling maksimal untuk pair ini ditempatkan pada 108.80.

Sementara itu, EUR/USD yang berbalik tajam dari 1.1060 ke 1.1000 masih berpotensi terus melemah, dengan proyeksi penurunan berikutnya menuju area 1.0930/1.0950.

Untuk GBP/USD, risiko pullback semakin meningkat seiring dengan naiknya ketidakpastian Brexit. ACY memilih untuk sell GBP/USD karena sikap Bank of England yang cenderung netral justru semakin membebani Pound. Entry sell direkomendasikan dari area 1.2415 hingga 1.2350.