);

Ketika pasar finansial global sedang “kekurangan gejolak”, maka tak perlu khawatir, karena katalis fundamental lain baru saja muncul dan siap mengguncang volatilitas.

Pada awal sesi trading Asia hari ini (25/September), juru bicara House of Representatives AS, Nancy Pelosi, mengumumkan bahwa tuntutan pemakzulan formal untuk Presiden Trump akan diajukan. Hal ini terkait dengan munculnya bukti terbaru yang menunjukkan bahwa Trump telah menekan pimpinan Ukraina agar menginvestigasi putra Joe Biden, musuh politik Trump nomor satu dari Partai Demokrat.

Dolar AS bereaksi tajam terhadap berita ini dan diperdagangkan melemah. Sementara itu, ketidakpastian pasar turut menggiring harga minyak turun di bawah $57 per barel.

Harga emas bisa dikatakan sebagai yang paling terpengaruh, karena pergerakannya melesat dari kisaran 1,516 menuju level tinggi 1,533, seiring dengan maraknya pengaturan ulang posisi para trader yang kini harus menambah tensi politik AS dalam kumpulan risiko perdagangan saat ini. Sebelumnya, risiko yang diperhitungkan sudah terdiri dari gejolak perang dagang, potensi No-Deal Brexit, juga arah kebijakan suku bunga Fed.

Dengan risiko yang semakin bertambah, mampukah harga emas “mengamankan” level 1,535 dan menembus resistance 1,555?

Menurut perkiraan ACY sendiri, kekhawatiran pasar terhadap risiko politik AS akan memudar pada sesi London sore ini. Situasinya tak akan jauh berbeda dengan yang kondisi pasar saat pemakzulan Presiden Clinton dulu. Namun setidaknya, dalam jangka pendek, USD akan melanjutkan ekstensi pelemahan sementara harga emas terus menguat.

 

Level Harga Yang Perlu Diperhatikan

Untuk saat ini, ACY  membidik level 1,555 sebagai fokus proyeksi upside Gold. Sementara itu, kemungkinan break dalam pergerakan USD/JPY juga tak bisa dikesampingkan. Dengan munculnya katalis yang membebani Dolar AS, USD/JPY diekspektasikan turun hingga mematahkan batas 107, atau bahkan menembus 106.80 jika risiko pasar terus menanjak dan mempengaruhi sentimen secara keseluruhan. Hal ini dapat pula mengakibatkan gelombang bearish di pasar ekuitas AS.

Sumber : acyindo.com